Lenny Agustin Hadirkan Batik Kediri Tema Jaranan Di JFW 2017

Published by: 0

screenshot_25

Batik adalah warisan budaya Indonesia yang sangat membanggakan. Batik sangat kaya akan motif, setiap daerah memiliki motif batik yang berbeda-beda dan punya ciri khas yang sangat kuat. Kain tenun ikat dan batik khas Kediri dengan sentra di Kelurahan Bandar Kidul memiliki motif unik. Sayang kain dan batik Kediri ini belum terlalu populer di mata masyarakat. Untuk itu melalui Jakarta Fashion Week 2017, Dekranasda Kota Kediri bekerjasama dengan desainer Lenny Agustin menghadirkan koleksi kain tenun dan batik Kediri yang memiliki warna-warni menarik dengan kesan cheerful.

“Batik Kediri masih belum sepopuler batik dari kota lain di Indonesia. Padahal wastra nusantara ini juga memiliki keunikan. Salah satunya adalah batik yang digunakan dengan motif kuda lumping,” ujar Lenny.

Koleksi kali ini Lenny mengangkat tema ‘Jaranan’ ini, dengan 24 looks yang dihiasi palet yang beragam. Untuk pemilihan bahan dasar cenderung berwarna gelap seperti biru tua dan hitam. Kemudian ia mengombinasikannya dengan warna-warna terang seperti pink, fuschia, biru muda, hingga hijau. Keseluruhan busana dalam koleksinya kali ini menghadirkan motif kuda lumping yang sangat khas.

“Batik Kediri itu sangat dinamis karena masyarakatnya memasukkan apa yang sering mereka jumpai di kehidupan sehari-hari. Mereka juga punya motif kuda lumping. Nggak banyak yang secara konsisten mengangkat ini. Jadi saya tertarik menggunakan motif tersebut, warnanya juga cheerfull yang sangat Lenny Agustin banget,” ungkap Lenny lebih jauh.

Koleksi ini juga didominasi dengan siluet A dan X yang menyesuaikan dengan siluet kuda lumping tersebut. Beberapa busana seperti blouse, rok, jaket, gaun dan celana hadir dengan nuansa gembira dan ceria yang khas Lenny.

Dalam beberapa busana dan sepatu karya Lenny juga dipercantik dengan aksen kerincing dan rumbai-rumbai berwarna-warni untuk memperkuat tema kuda lumping yang ia pilih.

“Untuk kerjasama ini, saya melalui pelatihan selama 6 bulan di Kediri. Saya menggambar dan mendesain sendiri motif kuda lumpingnya dengan versi saya sendiri. Supaya pas pada kontur badan si pemakai. Kadang saya ubah gerakan badan si kuda lumping itu. Untuk desain bajunya kurang lebih 1 bulan,” ujar Lenny.

Nah Ladies, yuk lestarikan batik dengan mengenakannya dalam berbagai kesempatan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *