Tanda – Tanda Punahnya Sayur Babanci

Published by: 0

sumber : food.detik.com

Kuliner khas Betawi ini sungguh sulit dicari pada era saat ini, makanan – makanan tradisional kini mulai dikesampingkan akibat evolusi makanan yang besar – besaran.

Bicara tentang kuliner tradisional, saya teringat satu diantara type makanan yang telah nyaris punah keberadaannya. Diindikasikan sebagai kuliner khas asli Betawi bernama sayur babanci. Agak aneh mendengar istilahnya, beritanya hal semacam ini dikarenakan oleh isi sayur serta rasa yang beragam rupa, yaitu pedas serta asam. Sepintas memiliki bentuk nyaris mirip soto betawi yang kental serta khas dengan santan namun sudah pasti mempunyai rasa yang tidak sama.

sumber : food.detik.com

sumber : food.detik.com

Biasanya diisi daging serta sebagian rempah. Yang membuatnya agak tidak sama dari sayur biasanya yaitu keunikannya, yaitu ada daging buah kelapa di dalamnya. Merunut dari sejarahnya, kuliner ini adalah kombinasi pada ciri Tionghoa serta Betawi sendiri. Sebagai seseorang yang mempunyai keturunan darah Betawi, saya juga makin sedih lihat arus modernisasi yang makin lama semakin menggerus warisan budaya asli Jakarta, bukan sekedar dari kesenian bahkan juga termasuk juga satu diantara kulinernya, seperti sayur babanci ini.

Dalam penyajiannya sendiri, sayur babanci memerlukan kesabaran ekstra lantaran penyajiannya yang agak lama serta memanglah diperlukan ketrampilan spesial, dari mulai meramu bumbu rempahnya, mengolah, memotong-motong daging serta mengerok isi kelapa. Untuk merebus dagingnya sendiri memerlukan saat yang cukup panjang sampai mengonsumsi saat berjam-jam untuk membuahkan daging jadi empuk.

Umumnya beberapa sesepuh yang rajin menghidangkan waktu hari raya Idul Fitri memadupadankannya dengan ketupat ataupun nasi, tetapi saat ini telah makin di tinggalkan karena rempah untuk membuatnya telah makin susah diketemukan. Di beberapa tempat tinggal makan juga tidak sering atau bahkan juga tak ada yang tawarkan sayur babanci sebagai satu diantara menu.

Benar-benar sangat disayangkan bila beragam kuliner khas daerah makin punah sebab makanan adalah ciri khas budaya bangsa dengan citarasa mewakilkan dari daerah di tiap-tiap propinsi Indonesia. Tak ada yang bisa disalahkan, dengan cara khusus pada umumnya rata-rata orang-orang lebih suka pada suatu hal hal yang gampang serta instan. Pasti kita semua paham kalau beberapa besar kuliner khas daerah untuk membuahkan rasa yang prima mengonsumsi saat yang cukup lama. Di samping sebagian bahan basic yang makin menghilang keberadaannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *